Setelah kamu baca tulisan ini, mungkin aku telah jauh dari bayanganmu. Risalah hati yang sesaat mengisi aroma nafasku tak mungkin aku hentikan, tapi untuk melesat kembali menembus relung hatimu aku tak bisa...
Aku hanya menaruh harapan kau dapat mengerti aku, riuk hati yang memendam luka bukan suatu kejanggalan untuk menerima maafmu. Hampir separuh dari hidupku, kutaklukkan hati ini agar dapat ku benahi dengan rapih tanpa secuilpun terdapat kecacatan, lalu apa yang ku dapat? Terpuruk menangisi bayangmu yang tlah jauh menhilang, sedangkan kau meninggalkan kepingan hatiku yang tlah hancur berserakan bersama bayangmu.
Jika kau temukan jasadku yang berdiri di hadapanmu dengan derai mengais luka, tapi takkan pernah kau temukan jiwaku, karena yang kau temui hanyalah kekosongan. jiwaku hampa, jasadku luka, teriris oleh perihnya luka yang kau toreh, dan entah mengapa aku hanya terlarut dalam duka yang berkepanjangan.
Malamku menjemput dengan mimpi indahnya bersamamu, namun hanya sesaat...kemudian pagi menyapaku dengan sekeranjang luka hampa, mentari pagi menatapku dengan kekosongan, tak ada satupun nyanyian merpati yang mengirim senyum untukku..
Senin, 09 Maret 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
